BAZNAS Bangka Tengah Salurkan Zakat Untuk Guru Ngaji Tradisional
BAZNAS Bangka Tengah Salurkan Zakat Untuk Guru Ngaji Tradisional
27/05/2025 | HumasBangka Tengah, 27 Mei 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bangka Tengah pada hari ini, Selasa (27/5/2025), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung syiar Islam dan kesejahteraan para pendidik agama. Bertempat di Sekretariat BAZNAS Bangka Tengah, lembaga amil zakat ini menggelar kegiatan Santunan Guru Mengaji Tradisional (Tikar) yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangka Tengah, yang turut memberikan apresiasi atas dedikasi para guru mengaji. Selain itu, Kapolsek Koba juga tampak hadir, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga sosial keagamaan dalam mendukung kegiatan positif di masyarakat.
Sebanyak 315 orang guru mengaji tradisional dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangka Tengah menjadi mustahiq (penerima manfaat) dalam program santunan ini. Para guru mengaji ini merupakan ujung tombak dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus di lingkungan mereka masing-masing.
Turut hadir dalam acara ini adalah para Penggerak Sosial Masyarakat (PSM) se-Bangka Tengah, yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tingkat akar rumput. Kehadiran mereka menandakan dukungan luas terhadap program BAZNAS dalam memberdayakan dan memberikan penghargaan kepada para guru mengaji.
Kegiatan Santunan Guru Mengaji Tradisional (Tikar) ini merupakan salah satu bentuk nyata penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat kepada BAZNAS Bangka Tengah. Diharapkan dengan adanya santunan ini, para guru mengaji dapat lebih bersemangat dalam menjalankan tugas mulianya serta membantu meringankan beban ekonomi mereka.
BAZNAS Bangka Tengah terus berupaya untuk menghadirkan program-program yang inovatif dan tepat sasaran, demi meningkatkan kesejahteraan umat dan memajukan kualitas pendidikan keagamaan di daerah tersebut.
